Rabu, 27 April 2016

Wakil Ketua MA Soal Penyelidikan Nurhadi: Saya Nggak Tahu, Saya Nggak Tahu

Rini Friastuti - detikNews
Jakarta - KPK menggeledah rumah pribadi Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menemukan ribuan dolar AS. Atas hal ini, MA membentuk tim untuk menelusuri temuan itu. Tapi apa hasilnya?

"Itu kan tim ya, saya enggak tahu, tim yang bekerja," kata Wakil Ketua MA hakim agung Syarifuddin di gedung Ombusdman Republik Indonesia (ORI), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2016).

"Tapi apakah sudah ada pemanggilan Nurhadi?" tanya wartawan menegaskan.

"Saya enggak tahu," jawab Syarifuddin menegaskan yang juga Ketua Muda MA bidang Pengawasan itu.

Rumah Nurhadi digeledah KPK karena penyidik mencium jejak Nurhadi dalam kasus suap yang dilakukan panitera PN Jakpus Edy Nasution yang kini berstatus tersangka. Dari penggeledahan itu, KPK menyita ribuan dolar AS yang hingga kini masih diselidiki asal-usulnya. Ruang kerja Nurhadi juga digeledah KPK pada Jumat (22/4) lalu.

Atas hal itu, Syarifuddin menyerahkan semuanya ke tim internal yang menelusuri kasus itu. Sebagai Wakil Ketua MA, Syarifuddin belum mengetahui perkembangan penelusuran tim. Tapi Syarifuddin memastikan Nurhadi masih beraktifitas seperti biasa.

"Saya rasa belum bisa ya, karena pemeriksaan masih berjalan," ujar Syarifuddin yang juga atasan langsung Nurhadi itu.

Nama Nurhadi mulai dikenal publik saat menggelar pernikahan anaknya dengan megah di Hotel Mulia, Senayan. Sebagai PNS yang juga beristrikan PNS di MA, kekayaannya terbilang cukup banyak yaitu mencapai Rp 30 miliar lebih. Rumahnya di bilangan Hang Lekir V, Jakarta Selatan menempati 5 nomor yaitu dari nomor 2 hingga 6.

Wartawan telah berusaha menemui Nuhadi di kantornya tetapi Nurhadi tidak menemui atau memberikan keterangan atas kepemilikian ribuan dolar tersebut. Pihak yang memberikan keterangan di kasus ini adalah jubir MA hakim agung Suhadi. Wartawan juga telah mencoba meminta konfirmasi kepada Nurhadi di rumah megahnya berjam-jam lamanya, tetapi Nurhadi atau kerabatnya tidak ada yang menemui wartawan.
(asp/try)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar