Senin, 08 Agustus 2011

London Laksana Kawasan Perang
Ratusan Warga Tottenham Demo Polisi
Senin, 08 Agustus 2011 , 06:44:00 WIB

SUASANA KOTA DI LONDON UTARA, TOTTENHAM, INGGRIS, YANG BIASANYA TENANG, BERUBAH MENCEKAM
  
RMOL. Suasana kota di London Utara,  Tottenham, Inggris, yang biasanya tenang, berubah mencekam setelah ratusan massa mengamuk akibat ulah polisi yang menembak mati  seorang pemuda kulit hitam. Suasana di sana seperti sedang perang.

Insiden ini berlangsung Sab­tu malam. Awalnya aksi protes berlangsung damai dan tertib. Sekitar 300 massa ber­kumpul di luar kantor polisi Tottenham, areal yang dido­mi­nasi warga kulit hitam. Massa menuntut ke­adi­lan untuk war­ga kulit hitam Mark Duggan (29), yang tewas di­terjang timah panas dalam ak­si baku tembak dengan polisi. Dug­gan di­sangka gangster sehingga polisi menghentikan paksa taksi yang dibawanya.

Polisi Metropolitan London mengakui, kekacauan di Totten­ham, pemukiman warga kulit hitam, menyebar secara spo­radis. Warga menggambarkan kawasan utara Inggris seperti daerah perang.

“Tottenham seperti kawasan perang,” ujar seorang saksi ma­ta. Suasana kemarin pagi di Tottenham, sangat kacau. Ge­dung-gedung hangus terbakar dan menyisakan asap yang ma­sih mengepul. Kaca-kaca toko pecah dan barang jarahan ber­serakan di jalanan.

“Mereka mendiamkan saja gedung-gedung terbakar se­ma­lam,” kata saksi itu lagi.

“Ini benar-benar buruk,” kata warga setempat David Akin­sanya, 46. “Ada dua mobil po­lisi dua terbakar. Saya merasa sa­ngat tidak aman.”

Suara sirene bisa didengar di seluruh kota saat polisi ber­ge­gas untuk memberikan bantuan ke tempat kejadian.

Tampak aparat mem­ber­sih­kan wilayah Tottenham yang su­dah mulai tenang, kemarin. Meskipun begitu, polisi me­nga­takan muncul kerusuhan kecil terjadi di wilayah Rheola Close, Tottenham. Penjarahan berba­gai toko juga masih ter­jadi di Su­permarket Hale di Tot­tenham.

Juru bicara Pelayanan Am­bulans London mengatakan 10 orang terluka, sembilan di an­taranya langsung dilarikan ke rumah sakit. Dilaporkan juga, delapan orang polisi terluka.

Warga Tottenham kulit hitam, Dixie Ndalla, mengatakan, ma­salah penembakan warga oleh polisi sangat memprovokasi warga. Pemilik toko ini me­nyesalkan kerusuhan yang ter­jadi. “Tottenham sebenarnya tem­pat yang enak dan tenang untuk tinggal,” kata Ndalla.

Saat ini, Komisi Independen untuk Keluhan Kepolisian (IPPC) sedang melakukan pe­nyelidikan atas penyebab te­wasnya Duggan.

“Saya memahami ke­ke­ce­waan warga atas insiden pe­nembakan Mark Duggan.­ Ke­luarga dan masyarakat luas membutuhkan jawaban soal kejadian yang menimpa Dug­gan,” demikian ungkap Komi­sioner IPPC, Rachel Cerfontyne sebagaimana dirilis oleh BBC Indonesia.

Pemerintah kota London meminta warganya untuk meng­hentikan aksi kekerasan yang terjadi saat ini karena hal tersebut tidak membantu proses penyelidikan. “Kekerasan dan penghancuran tidak akan mem­bantu penyelidikan kasus ini dan ka­mi meminta warga untuk meng­hormati hukum,” kata juru bicara pe­merintah London, Boris John­son.   [rm]

Baca juga:

Najib Razak Jadi Olokan Oposisi
Pasukan AS di Afghanistan Babak Belur Lawan Taliban
300 Ribu Warga Israel Protes Biaya Hidup
Yingluck Direstui Raja
RUSUH INGGRIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar